Pelaksanaan Fogging Fokus

Selasa 15 desember 2020 bertempat di jalan Imam Bonjol dan jalan Pemuda Baru dilakukan kegiatan Fogging Fokus. Puskesmas Banyuanyar menjadi pelaksana dalam kegiatan ini karena daerah tersebut merupakan wilayah kerja Puskesmas Banyuanyar.  Tim Fogging dan Kasi P2PM serta Pengelola Program DBD Dinas Kesehatan Sampang turut serta dalam kegiatan ini.

Pelaksanaan Fogging Fokus ini bertujuan untuk memutus mata rantai penularan dan sekaligus membunuh nyamuk dewasa yang merupakan media penularan DBD agar tidak menyebar kemana – mana. Namun sebenarnya selain Fogging Fokus ada cara lain untuk  memutus mata rantai penularan DBD yaitu dengan cara pemberian abate ke tempat penampungan air atau bak mandi untuk mencegah nyamuk berkembang biak dan juga kita harus meningkatkan kegiatan 3M Plus. Adapun 3M Plus sendiri adalah

Menguras
Lakukanlah minimal satu kali dalam seminggu kegiatan menguras tempat penampungan air. Tidak hanya menguras, tapi Anda juga harus menyikat dinding tempat-tempat penyimpanan air tersebut. Karena telur nyamuk aedes aegypti dapat menempel dengan cukup kuat pada dinding-dinding penampungan air.
Menutup
Setelah menguras tempat air, jangan lupa menutup tempat-tempat penyimpanan air di sekitar Anda. Hal ini dapat mencegah nyamuk untuk dapat bertelur di sana.
Menyingkirkan/Mendaur Ulang
Singkirkan atau daur ulang barang-barang bekas yang kemungkinan dapat menampung sisa-sia air hujan atau genangan air lainnya. Karena genangan-genangan air yang ditampung dalam barang-barang bekas ini, juga dapat menjadi sarana nyamuk aedes aegypti untuk bertelur.

Plus cara lain yaitu kegiatan pencegahan DBD, seperti :
Menaburkan bubuk larvasida (bubuk abate) pada tempat penampungan air yang sulit dbersihkan.
Menggunakan obat nyamuk atau anti nyamuk.
Menggunakan kelambu saat tidur.
Menaruh ikan di penampungan air.
Menanam tanaman pengusir nyamuk.