PEMBENTUKAN TIM TEKNIS PERCEPATAN PENCEGAHAN STUNTING TERINTEGRASI TINGKAT DESA DI KABUPATEN SAMPANG TAHUN 2020

Pelaksanaan percepatan pencegahan stunting terintegrasi memerlukan sumber daya manusia maupun sumberdaya finansial yang memadai. Dari sisi sumberdaya manusia, maka dibutuhkan terbentukkanya Tim yang bertanggungjawab dalam melaksanakan konvergensi program intervensi sensitive dan intervensi spesifik mulai dari tingkat pusat, tingkat Provinsi, Kabupaten / Kota, sampai di tingkat paling rendah, yaitu kecamatan dan desa. Di Kabupaten Sampang telah terbentuk Tim Teknis Percepatan Pencegahan Stunting Terintegrasi tingkat Kabupaten dengan Surat Keputusan Bupati Sampang. Agar fungsi tim teknis ini dapat berkelanjutan, maka perlu dibentuk Tim Teknis Pecepatan Pencegahan Stunting di tingkat desa, agar pelaksanaan program di tingkat operasioanal ada yang mengawal. Oleh karena itu perlu pembentukan Tim teknis percepatan pencegahan stunting terintegrasi ini secara bertahap mulai dari tingkat desa.

Maka dari itu pada hari Jum’at , tanggal 27 November 2020 bertempat di Aula Hotel PKPN Kabupaten Sampang, diselenggarakan kegiatan WORKSHOP PEMBENTUKAN TIM TEKNIS PERCEPATAN PENCEGAHAN STUNTING TERINTEGRASI TINGKAT DESA DI KABUPATEN SAMPANG yang di mulai dari pukul 08.00 sampai pukul 11.00. Kegiatan ini dikoordinir oleh Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat ( KGM ) bekerjasama dengan Fakultas Kesehatan Masyarakat ( FKM ) Unair di bawah pimpinan Prof Dr Sri Sumarmi, SKM. M.Si.

Kegiatan ini dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesa Raya dan Mars Sampang Hebat Bermartabat, setelah itu dilanjutkan dengan sambutan sambutan, sambutan pertama oleh Bapak Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sampang, Agus Mulyadi, S.KM, M.Kes beliau mengingatkan pentingnya menjaga protocol Kesehatan di era pandemic Covid 19 dengan cara menjaga jarak, menggunakan masker dan sering cuci tangan, dengan sabun beliau memberi arahan tentang pentingnya penanganan stunting di Kab Sampang dan dari hasil workshop ini diharapkan keluar output draf Surat Keputusan Kepala Desa tentang pembentukan Tim Teknis Percepatan Pencegahan Stunting Terintegrasi Tingkat Desa.

Sambutan ke dua oleh Bapak Sekretaris Daerah Kabupaten Sampang dan sekaligus membuka acara . Sekretaris Daerah Kabupaten Sampang YULIADI SETIYAWAN , S.Sos, MM. menyampaikan dalam upaya penurunan stunting diperlukan komitmen,yang kuat, kerja keras , tekad yang bulat dari pemerintah, swasta dan seluruh elemen masyarakat. . Di sini desa diharapkan terlibat aktif dalam kegiatan untuk menurunkn stunting, baik yang berhubungan dengan intervensi spesifik maupun sensitif , yang terwadahi melalui anggarn pembiayaan dari pusat, kabupaten maupun Dana Desa. Sangat diharapkan Desa mampu menjadi ujung tombak dalam upaya Pemerintah Indonesia khususnya Pemerintah Kabupaten Sampang untuk menekan dan menurunkan angka stunting di desa nya masing – masing.

Sekretaris Daerah mengajak bersama-sama menyatukan langkah untuk menciptakan anak anak kita menuju Generasi Emas th 2045.

Acara selanjutnya adalah acara inti yaitu pemaparan dari tim Fakultas Kesehatan Masyarakat Unair tentang Pokja Stunting Tingkat desa dan Tupoksinya yang disampaikan oleh Prof. Dr. Sri Sumarmi, S.KM., M.Si, setelah itu diskusi tentang usulan susunan Tim Pokja Stunting tingkat desa dan Tupoksi yang di pandu oleh Kasie KGM . Beberapa peserta menyampaikan usulan berkaitan draf yang disusun, salah satunya tentang dilibatkannya organisasi masyarakat seperti Muslimat, Aisyiah, Karang taruna dll untuk dimasukkan di dalam Sk Tim Stunting Tingkat Desa.

Kegiatan ini di hadiri oleh Kepala Puskesmas , Klebun atau Kepala Desa, Ibu Ketua TP PKK Desa, Ibu Ketua TP PKK Kecamatan, Bidan Desa, Kader Pembangunan Manusia ( KPM ) dan Pendamping dana desa di 22 desa lokus stunting tahun 2019 dan 2020 di Kabupaten Sampang.

Kegiatan ini di tutup dengan bacaan hamdalah Bersama sama dan foto bersama dari masing masing Tim Pokja Stunting Tingkat Desa.