beritacoversemuaUncategorized

Peringati HKN ke-55, PERSAGI dan IDI Sampang Lakukan Pengabdian Masyarakat di Pulau Mandangin

Status gizi baik pada balita dan bayi menjadi modal awal terciptanya generasi Sampang yang sehat, cerdas dan kuat. Permasalahan gizi yang saat ini menjadi sorotan di tingkat nasional adalah prevalensi balita stunting yang masih tinggi di Indonesia termasuk di Kabupaten Sampang. Masalah ini merupakan ancaman yang serius untuk generasi di masa yang akan datang, untuk itu kader kesehatan perlu dibekali dengan informasi yang lengkap dan keterampilan yang matang untuk mencegah stunting di masyarakat. Peranan tenaga kader posyandu terampil sangat besar terhadap keberhasilan Pemberian makanan bayi dan Anak (PMBA), peningkatan pemberdayaan ibu, peningkatan dukungan anggota keluarga serta peningkatan kualitas makanan bayi dan anak yang akan meningkatkan status gizi balita.

Remaja putri yang mengalami anemia atau kekurangan sel darah merah berisiko melahirkan anak yang mengalami stunting (kekerdilan) dikarenakan deficit gizi. Remaja putri banyak yang mengalami anemia karena menstruasi namun tidak mengimbangi asupan makanan mengandung zat besi untuk mengembalikan sel darah yang terbuang. Pada usia ibu kekurangan energi kronis (KEK) yang dialami ibu hamil dapat berdampak pada masa depan anak. Anak yang lahir dari ibu hamil dengan kurang energi kronis rentan mengalami berat bayi lahir rendah, yakni kurang dari 2,5 kg. Ibu hamil yang kurang energi kronis berisiko melahirkan anak stunting.

Pada kesempatan peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke 55 ini Persatuan Ahli Gizi Indonesia dan Ikatan Dokter Indonesia Cabang Sampang melakukan kerja bareng berupa pengabdian masyarakat di Pulau Mandangin Kabupaten Sampang. Pengabdian masyarakat yang dilaksanakan Senin, 4 Nopember 2019 itu berisi kegiatan pelatihan PMBA (Pemberian Makanan Bayi dan Anak) kepada kader kesehatan, skrining balita gizi buruk dan balita stunting di posyandu, skrining anemia pada remaja putri di SMP, dan kunjungan rumah pada ibu hamil KEK (kurang energy kronis). Semua rangkaian kegiatan tersebut dilakukan di Desa Pulau Mandangi, Kecamatan Sampang.

Skrining balita gizi buruk dan stunting yang dilakukan di Posyandu Ragapatmi 3 Desa Pulau Mandangin menemukan bahwa berdasarkan KMS 20 balita mengalami BBSK (Berat Badan Sangat Kurang) dan 10 balita mengarah ke stunting. Dari skrining anemia yang dilakukan pada remaja putri di SMP 5 Sampang diketahui 10 remaja masuk kategori pendek dan 20 siswa mengalami anemia. Selain melakukan skrining, PERSAGI dan IDI Cabang Sampang juga melakukan kunjungan rumah kepada ibu hamil yang KEK (kurang energi kronis). Dalam kunjungan tersebut diberikan sejumlah paket PMT (Pemberian Makanan Tambahan) kepada ibu hamil KEK.

Kegiatan kolaborasi antar profesi ini perlu dilakukan rutin ke depannya dan melibatkan profesi kesehatan lainnya. Hal ini diharapkan mampu membantu meningkatkan capaian kinerja pembangunan kesehatan di Kabupaten Sampang. (MMF)

Please follow and like us:
error

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *