Pertemuan evaluasi pendampingan pencegahan stunting di Kabupaten Sampang

Salah satu upaya menurunkan angka STUNTING di Kabupaten Sampang yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Sampang melalui Seksie KGM adalah dengan melakukan koordinasi dengan kader-kader posyandu untuk memperkuat program pendampingan ibu hamil resiko tinggi (risti). Beberapa pihak yang terlibat dalam pertemuan pendampingan ini antara lain: Kepala Puskesmas, Bidan Koordinator Puskesmas, Bidan Penanggung jawab Desa, dan Kader Posyandu terpilih dari masing-masing Desa sekitar 6 orang. Acara ini dilaksanakan di gedung IBI cabang Sampang pada hari Senin tanggal 9 November 2020.

Proses kegiatan pertemuan pendampingan ini diawali dengan pembukaan acara, sambutan dan arahan kasie KGM, pemaparan laporan pendampingan ibu hamil risti, evaluasi tanya jawab, pembacaan RTL, dan Penutup. Bentuk kegiatan pendampingan pencegahan stunting ini adalah pendampingan satu orang kader aktif terhadap satu orang ibu hamil dalam mendeteksi/mengenal tanda bahaya resiko tinggi, memberikan motivasi dan penyuluhan kepada ibu hamil, keluarga dan orang-orang yang berpengaruh terhadap ibu hamil tersebut sampai ibu melahirkan ke tenaga kesehatan. Merujuk data yang tercatat di Kabupaten Sampang pada tahun 2018 jumlah Ibu hamil Kekurangan Energi Kronik (KEK) sebanyak 9,02% dan tahun 2019 sebanyak 9,52%, sedangkan jumlah ibu hamil dengan anemia tahun 2018 sebanyak 19,87% dan tahun 2019 sebanyak 19,32% hal ini menunjukkan masih banyak ibu hamil yang mengalami resiko tinggi, kondisi tersebut bisa menimbulkan beberapa hal yang membahayakan pada bayi maupun kepada ibu antara lain: lahir prematur, bayi lahir dengan berat badan lahir rendah (BBLR), bayi pendek, perdarahan persalinan, bahkan sampai kematian ibu ataupun bayinya.

Adanya pertemuan evaluasi pendampingan pencegahan stunting ini bertujuan untuk mengevaluasi hasil pendampingan kader dan mendalami apa saja kendala yang dialami kader selama mendampingi ibu hamil resti serta membuat rencana tindak lanjut perwilayah. Total kader yang melakukan pendampingan sebanyak 100 kader mendampingi 128 ibu hamil di 18 desa lokus stunting. Laporan hasil pendampingan ditemukan data 128 ibu hamil yang didampingi ada 9 bayi lahir dengan berat badan kurang dari normal (< 2500 grm) dan 7 bayi lahir dengan panjang badan kurang dari normal (< 48 cm).

Dengan adanya pendampingan ini diharapkan ibu hamil termotivasi rutin memeriksakan kehamilannya ke tenaga kesehatan dan mampu menjaga kesehatannya sendiri dan bayinya sampai ibu melahirkan ke tenaga kesehatan dengan aman dan sehat, sehingga dapat mencegah terjadinya bayi stunting dan kematian ibu dan anak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *