beritasemuaUncategorized

Tiga Bersaudara Gizi Buruk dan Stunting di Batoporo Barat dikunjungi Ibu Bupati Sampang

“Gizi Buruk dan Stunting bukan hanya tanggung jawab Dinas Kesehatan”

Kurroti (4 Tahun 8 Bulan), Ahmadi (3 Tahun 7 Bulan), dan Misdi (10 Bulan) merupakan tiga bersaudara penderita gizi buruk dan stunting asal Desa Batoporo Barat yang kemarin dikunjungi Ibu Bupati Sampang. Ketiga bersaudara tersebut merupakan putra putri dari Misru dan Astiyeh yang berprofesi sebagai buruh tani. Ibu Bupati didampingi oleh Kepala Dinas Kesehatan, Camat, Kepala Puskesmas, Perwakilan KB, Dinas Sosial, Polsek, dan Koramil mengunjungi rumah keluarga penderita gizi buruk pada Rabu, 15 Januari 2019.

Agus Mulyadi, S.KM, M.Kes, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sampang menjelaskan bahwa ketiga bersaudara penderita gizi buruk tersebut ditemukan oleh Puskesmas Banjar pada 16 Desember 2019. Berdasarkan hasil investigasi diketahui bahwa mereka rajin berkunjung ke Posyandu, memiliki riwayat berat badan naik turun, hanya bergantung pada PMT yang diberikan Puskesmas. Ketika PMT habis berat badan mereka kembali turun. Setelah ditelaah lebih lanjut ternyata keluarga ini termasuk keluarga sangat miskin yang tidak mampu memenuhi kebutuhan pangan sehari-harinya.

Pihak Puskesmas Banjar telah melakukan intervensi selama 2 (dua) bulan terakhir kepada ketiga bersaudara tersebut dan diperoleh kenaikan berat badan yang signifikan. Kepala Puskesmas Banjar menyatakan bahwa penanganan gizi buruk ini menghadapi beberapa kendala antara lain keluarga tidak memiliki akses air bersih, kondisi rumah yang tidak sehat, terlalu banyak anak (memiliki 10 anak) dan memiliki riwayat bersalin di dukun.

Ibu Bupati Sampang pada kunjungan ini menekankan bahwa penanganan gizi buruk dan stunting tidak bisa hanya dilakukan oleh Dinas Kesehatan dan jaringannya saja namun juga tanggung jawab sektor lainnya seperti KB, Dinas Sosial, Camat, Kepala Desa, hingga tetangga terdekatnya. Penanganan gizi buruk dan stunting harus dilakukan secara terpadu dan bersama-sama lintas sektor. Deteksi kasus gizi buruk ini harus terus diperluas melalui Posyandu. Tidak lupa juga pada kunjungannya kali ini beliau memberikan bantuan pangan untuk kebutuhan sehari-hari, namun beliau berpesan itu saja tidak cukup, harus ada pemberdayaan lebih lanjut hingga keluarga ini bisa mandiri. (MMF)

 

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *