beritasemuaUncategorized

UBAH STRATEGI DINKES SAMPANG GAET GAIN MELATIH EMOTIONAL DEMONTRASI UNTUK LOKUS STUNTING

Sampang bagian dari Jawa Timur merupakan salah satu wilayah istimewa dengan budaya dan bahasa yang sangat khas. Sebagai kabupaten yang juga memiliki daerah lokus stunting diperlukan upaya dan strategi baru dalam pencegahan kasus stunting. Salah satu upaya dilakukan Dinas Kesehatan kabupaten Sampang adalah mengelar pelatihan Emo Demo bagi petugas puskesmas di hotel Panglima selama 3 hari sejak tanggal 22 hingga 24 Oktober 2019. Emotional demontrasi adalah kegiatan interaktif dengan meminimalisir pemberian informasi kesehatan dengan metode penyuluhan/pengajaran, dilakukan dengan menciptakan momen mengejutkan atau re-evaluasi dengan meningkatkan atau mengubah emosi terkait perilaku. Emo-Demo untuk gizi dikembangkan bersama GAIN dan diaplikasikan pertama kalinya pada tahun 2014.

“Pelatihan ini sangat diharapkan dalam terobosan penurunan angka stunting di kabupaten Sampang . Peserta ini adalah calon pelatih yg akan membawa perubahan di wilayahnya masing-masing serta diharapkan masyarakat bisa merubah perilaku dengan pemberdayaan masyarakat melalui emodemo. Masyarakat akan berubah dengan diberikan contoh nyata melalui sentuhan emosionalnya sehingga budaya malu akan mudah diterapkan. Melalui pendekatan TAHU, MAMPU, dan MAU masyarakat Sampang pasti mampu tetapi masih perlu perjuangan,” sambut kadinkes Agus Mulyadi SKM .MKes
Hadir 38 orang dari Dinas kesehatan,Promkes, tenaga gizi, tenaga Kesling, bidan koordinator dan bidan desa dari 8 Puskesmas antara lain :
1. Puskesmas Jrengik (desa jengik dan desa bencelok)
2. Pusk. Torjun ( desa tanah merah )
3. Pusk. Pangarengan ( desa pancanggaan )
4. Pusk. Banyuanyar ( desa gunung madah dan desa pulau mandangin )
5. Pusk. Karang penang ( desa gunung kesan )
6. Pusk. Ketapang ( desa karang anyar )
7. Puskesmas Banyuates ( desa Trapang )
8. Puskesmas Kamoning (desa Banyumas )
Dinas kesehatan Sampang tidak sendiri dibantu salah satu lembaga non pemerintah yang peduli terkait isu gizi bekerjasama dengan dinas propinsi Jawa Timur bernama The Global Alliance For Improve Nutrition (GAIN) turut membantu pelatihan ini dengan menurunkan 3 orang timnya yaitu 1 Advokasi Advisor serta 2 Master of Trainner Purwanie Ari dan Ibtisam Naila.
“Global Alliance for Improved Nutrition (GAIN) adalah Lembaga non-profit independen yang berbasis di Genewa, Swiss. Meningkatkan konsumsi pangan yang bergizi dan aman bagi masyarakat, khususnya masyarakat yang mudah terdampak malnutrisi. Emo demo sendiri adalah suatu upaya untuk intervensi perubahan perilaku khususnya untuk 1000 HPK sebagai periode kritis tumbuh kembang anak. Kegiatan ini di Jawa Timur di integrasikan dalam kegiatan Taman Posyandu sepeti posyandu, BKB dan Pos Paud,” papar Advokasi Advisor GAIN bapak A. Heru Nugroho SKM., MMkes dalam presentasi Emotional Demontrasi di Taman Posyandu.
Semangat pesertapun memeriahkan kegiatan yang berbeda dari pelatihan, metode Emo Demo mengunakan banyak sekali permainan, yel-yel yang dibangun dengan suasana yang tidak kaku. Meskipun cuaca cukup panas para peserta serius memperhatikan dan mencatat yang disampaikan oleh fasilitator GAIN.
Serangkaian acara yang dimulai dengan melihat demontrasi 6 modul Emo Demo terkait ASI Esklusif, Cemilan dan Pemberian makan bayi dan anak pada hari pertama dan dilanjutkan dengan praktek kelas dengan peserta dibagi menjadi 2 kelompok untuk memaksimalkan proses belajar. Dilanjutkan dengan demontrasi kembali 6 modul tentang makanan sumber zat besi untuk ibu hamil serta cuci tangan pakai sabun dilanjutkan praktek kembali. Setiap kali melakukan praktek selalu mendapat masukan baik dari sesama peserta maupun fasilitator harapannya mereka akan lebih mantap saat praktek di lapangan. Menariknya saat praktek maupun yel-yel peserta bisa mengunakan bahasa Madura sebagai bahasa lokalnya sehingga menambah kemeriahan kebetulan salah satu fasilitator berasal dari Madura.
Kegiatan pembelajaran Emodemo akan menjadi hal bermakna jika ditindaklanjuti, direncanakan mulai November 2019 akan dimplementasikan ke wilayah masing-masing dengan melaporkan hasil pelatihan kepada Kepala Puskesmas dan sosialisasi kepada staf puskesmas, sosialisasi ke Kepala Desa selanjutnya melatih para kader posyandu di Kelurahan serta akan memonitoring Kegiatan Emodemo di Posyandu
Pada sesi akhir kegiatan ditutup oleh ibu Eny widowati, S.Sos Kasie Promkes dan Pemberdayaan Masyarakat harapan beliau hasil pelatihan ini akan menjadikan peserta mampu menyebarkan dan melatihkan metode ini di kabupaten Sampang.
Memang bukan hal mudah mengatasi persoalan stunting, Emotional Demontrasi sebagai salah satu upaya merubah perilaku masyarakat dengan mengugah emosi untuk memotivasi perilaku ASI Eklusif, pemberiam makan yang bergizi dan beragam serta cuci tangan pakai sabun akan menjadi salah satu solusi bagi kabupaten Sampang.
Ditulis : Wiwik Sulistyorini_Trainning Koordinator; sumber MOT Surabaya

 

 

Please follow and like us:
error

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *